Presiden AFC 'sangat terkejut' setelah setidaknya 174 tewas terinjak-injak di pertandingan sepak bola Indonesia
IDOLACASH - Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengungkapkan "kekagetan dan kesedihan yang mendalam" setelah sedikitnya 174 orang tewas terinjak-injak dalam pertandingan Liga Utama Indonesia (Liga 1) antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Polisi menembakkan gas air mata dalam upaya untuk membubarkan para pendukung kerusuhan di lapangan setelah tuan rumah Arema dikalahkan 3-2 di Stadion Kanjuruhan di Malang pada hari Sabtu.
Kapolda Jatim Nico Afinta mengatakan orang-orang tewas setelah tergencet dan tercekik saat mereka berlari menuju pintu keluar yang sama.
Sekitar 180 orang dilaporkan terluka pada hari yang tragis, dengan Afinta menyatakan bahwa 3.000 dari sekitar 40.000 penonton yang hadir telah menyerbu lapangan yang memicu "kerusuhan".
Awalnya dilaporkan bahwa sekitar 130 orang telah kehilangan nyawa mereka, tetapi para pejabat kemudian mengkonfirmasi bahwa Agen SBOBET jumlah korban tewas telah meningkat.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meluncurkan penyelidikan penyebab kecelakaan dan melarang Arema menjadi tuan rumah pertandingan untuk sisa musim ini.
Semua sisa pertandingan Liga 1 yang akan digelar akhir pekan dihentikan menyusul tragedi tersebut.
Presiden AFC Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengatakan: "Saya sangat terkejut dan sedih mendengar berita tragis seperti itu datang dari Indonesia yang mencintai sepak bola dan, atas nama AFC dan keluarga sepak bola Asia, saya mengirimkan belasungkawa tulus kami kepada keluarga. dan teman-teman para korban, sembari menyampaikan harapan kami agar cepat pulih kepada para penggemar yang terluka dalam insiden itu dan dukungan kepada Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan klub-klub."
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 pada Mei dan Juni.
"Mohon maaf atas kejadian ini... ini adalah kejadian yang disesalkan yang 'melukai' sepak bola kita di saat suporter bisa menonton pertandingan sepak bola dari stadion," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Zainudin Amali kepada Kompas.
"Kami akan mengevaluasi Bandar Resmi Terpercaya secara menyeluruh penyelenggaraan pertandingan dan kehadiran suporter. Akankah kami kembali melarang suporter menghadiri pertandingan? Itu yang akan kami bahas."






Tidak ada komentar:
Posting Komentar